Hukuman Mati bagi Penghina Nabi

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan kepada umat Islam untuk menaati, mencintai, mengagungkan, menghormati, menolong, meneladani, dan menjaga kedudukan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan syariat-Nya yang mulia bagi orang-orang yang menghina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam rangka menjaga kedudukan Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan menegakkan hukuman yang pantas bagi mereka. Menghina Rasul-Nya merupakan suatu kekufuran yang nyata.

Berikut pernyataan para ulama terkati hukum syari bagi orang yang menghina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Menghinanya Merupakan Kekafiran Zahir dan Batin

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

إن سب الله أو سب رسوله كفرٌ ظاهرًا و باطنًا، وسواءٌ كان السابُّ يعتقد أن ذلك محرم، أو كان مستحلاً له، أو كان ذاهلاً عن اعتقاده، هذا مذهب الفقهاء وسائر أهل السنة القائلين بأن الإيمان قول وعمل

“Sesungguhnya menghina Allah dan Rasul-Nya merupakan kekafiran zahir dan batin. Sama saja ketika menghinanya dia berkeyakinan hal itu haram atau menghalalkannya, atau dia lupa dari keyakinannya. Ini adalah madzhab fuqoha dan semua Ahlussunnah yang mengatakan bahwa iman itu perkataan (hati dan lisan, -pen) dan amalan (hati dan anggota tubuh, -pen).”

Al-Imam Al-Mubajjal Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata:

من شتم النبي صلى الله عليه وسلم قُتل، وذلك أنه إذا شتم فقد ارتد عن الإسلام، ولا يشتم مسلم النبي صلى الله عليه وسلم

“Siapa saja yang mencaci Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dia dihukum mati. Hal itu lantaran mencacinya perbuatan yang mengeluarkan seseorang dari Islam, dan seorang muslim tidaklah mencela Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Al-Qadhi Abu Ya’la rahimahullah berkata:

من سب الله أو سب رسوله فإنه يكفر، سواء استحل سبه أو لم يستحله

“Siapa saja yang menhina Allah dan Rasul-Nya maka dia telah kafir. Sama saja dia menghalalkan perbuatannya ataupun tidak.”

Imam Ibnu Rahawaih rahimahullah berkata:

قد أجمع المسلمون أن من سب الله أو سب رسوله صلى الله عليه وسلم أو دفع شيئًا مما أنزل الله أو قتل نبيًا من أنبياء الله أنه كافر بذلك وإن كان مقرًا بكل ما أنزل الله

“Ulama kaum Muslimin telah berijma, bahwa siapa saja yang menghina Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau menolak sesuatu terkait apa-apa yang Allah Ta’ala turunkan, atau membunuh seorang nabi diantara nabi-nabi yang Allah utus, maka dia telah kafir lantaran perbuatannya itu; terlebih jika dia menolak semua apa-apa yang Allah turunkan.”

Adapun dalil-dalil terkait kafirnya orang yang menghina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangatlah banyak, diantaranya:

وَمِنْهُمُ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلنَّبِىَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya”. Katakanlah: “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu”. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.”

يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَحَقُّ أَن يُرْضُوهُ إِن كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.”

أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّهُۥ مَن يُحَادِدِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَأَنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدًا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْخِزْىُ ٱلْعَظِيمُ

Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya nerakan jahannamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.”

يَحْذَرُ ٱلْمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِى قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ ٱسْتَهْزِءُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُونَ

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.”


وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

لَا تَعْتَذِرُوا۟ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS At-Taubah: 61 – 66)


Ayat yang mulia di atas merupakan nash dalam permasalahan ini yang tidak butuh tambahan penjelasan dan keterangan.


إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS Al-Ahzab: 57)

Pencaci Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Dihukum Mati, Baik Dia Muslim ataupun Kafir

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

هذا مذهب عامة أهل العلم، قال ابن المنذر أجمع عوام أهل العلم على أن حدّ من سب النبي صلى الله عليه وسلم القتل. وممن قاله مالك، والليث، وأحمد، وإسحاق، وهو مذهب الشافعي

“Ini adalah madzhab semua ahlul ilmi. Ibnu Mundzir berkata, ‘Semua ahlul ilmi telah ijma terkait adanya hukuman had bagi siapa yang mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dihukum mati.’ Dan diantara mereka ialah Malik, Al-Laits, Ahmad, Ishaq, dan ini madzhab Asy-Syafi’i.”

Dan telah disebutkan oleh Abu Bakr al-Farisi dari ashab Asy-Syafi’i rahimahumullah, bahwa hukum had atas orang yang mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dihukum mati.

Al-Khathabi rahimahullah berkata,

لا أعلم أحدًا من المسلمين اختلف في وجوب قتله

“Aku tidak mengetahui salah seorang pun dari kaum Muslimin yang menyelisihi kewajiban membunuhnya.”

Muhammad bin Sahnun rahimahullah berkata,

أجمع العلماء على أن شاتم النبي صلى الله عليه وسلم المتنقص له كافر، والوعيد جار عليه بعذاب الله له، وحكمه عند الأمة القتل ومن شك في كفره وعذابه كفر

“Ulama telah berijma, bahwa kafirnya pencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diberlakukan baginya hukum Allah dan hukumannya di sisi umat adalah dibunuh. Barang siapa yang ragu dalam kekafirannya dan hukumannya, maka dia telah kafir.”

Telah disebutkan oleh Ahlul Ilmi, bahwa mencela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika di aitu muslim maka dihukum mati, tanpa ada perbedaan pendapat. Adapun jika pelakunya orang dzimmi, maka ada perbedaan pendapat. Yang masyhur dari pendapat madzhab Malik dan Ahlul Madinah, dia pun dihukum mati; dan ini adalah madzhab Ahmad dan fuqoha ahli hadits.

Hambal rahimahullah (salah satu murid Imam Ahmad rahmatullah ‘alaihi, -pen) berkata,

سمعت أبا عبد الله يقول: “كل من شتم النبي صلى الله عليه وسلم أو تنقصه – مسلمًا كان أو كافرًا – فعليه القتل، وأرى أن يُقتل ولا يستتاب. ولما سئل الإمام أحمد عن رجل من أهل الذمة شتم النبي صلى الله عليه وسلم ماذا عليه؟ قال: إذا قامت عليه البينة يقتل من شتم النبي صلى الله عليه وسلم مسلمًا كان أو كافرًا

“Aku mendengar Abu Abdillah (yakni Imam Ahmad bin Hambal, -pen) berkata, ‘Setiap orang yang mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau merendahkannya -baik dia muslim atau kafir- maka baginya dihukum mati. Pendapatku dia dihukum mati tanpa diminta pertobatan.’ Ketika Imam Ahmad ditanya terkait seorang lelaki dari ahlu dzimmah yang mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apa yang harus dilakukan kepadanya? Beliau menjawab, ‘Jika telah tegak padanya bukti nyata, pencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dihukum mati baik dia seorang muslim ataupun kafir.’’’ *)

Siapa yang Menegakkan Hukuman Mati Ini?

السائل: هل يجوز اغتيال الرسام الكافر الذي عرف بوضع الرسوم المسيئة للنبي صلى الله عليه وسلم؟

Penanya: Bolehkah membunuh kartunis kafir yang terkenal dengan membuat kartun yang menghina Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam?

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

هذا ليس طريقة سليمة الاغتيالات وهذه تزيدهم شرا وغيظا على المسلمين لكن الذي يدحرهم هو رد شبهاتهم وبيان مخازيهم وأما النصرة باليد والسلاح هذه للولي أمر المسلمين وبالجهاد في سبيل الله عز وجل نعم

“Ini bukanlah metode yang benar dalam membunuh. Hal Ini akan menambah keburukan dan kemarahan mereka kepada kaum muslimin. Akan tetapi, cara menolak mereka adalah dengan membantah syubhatnya dan menjelaskan perbuatan mereka yang sangat memalukan tersebut. Adapun membela (Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam) dengan tangan dan senjata, maka ini hanyalah untuk para pemerintah kaum muslimin dan hanya melalui jihad di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, demikian.” (Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/1960). [ ]

Wallahu ‘alam.

Menjelang kelahiran Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam, 10 Robi’ul Awwal 1442.

Abu ‘Aashim asy-Syibindunji

*) Diolah secara ringkas dari:

الحكم الشرعي فيمن سب الرسول صلى الله عليه وسلم. Artikel 25/01/2006. Islamweb (dot) net. Diakses hari Selasa, 10/27/2020 pukul 10.53 PM.

Artikel: sunnahedu.com

Abu 'Aashim asy-Syibindunji

Pengasuh SunnahEdu[dot]Com. Pernah menjadi mahasantri di Ponpes Jamilurrahman as-Salafi, Bantul. Aktivitas sekarang bergelut di dunia dakwah dan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *