Syarah Bidayatul Abid (2): Jenis-Jenis Air

Berkata Al-‘Allamah Abdurrahman al-Ba’li al-Hanbali rahimahullah,

كتاب الطهارة

وهي ارتفاع الحَدَث وزَوَالُ الخَبَثِ

والمياه ثَلاَثَة

طَهورٌ، وطَاهِرٌ، ونَجِسٌ

Kitab Thoharoh

Yakni mengangkat hadats dan menghilangkan khobats.

Air terbagi menjadi:

  • Air thohur
  • Air thohir
  • Air najis

SYARAH

(كتاب) Kitaab maknanya adalah kumpulan masalah yang ditulis, jika berkaitan dengan thoharoh maka masalah tersebut segala hal yang berkaitan dengan bersuci.

 (الطهارة) At-Thoharoh makna secara bahasa adalah membersihkan dan mensucikan dari kotoran.

(وهي) Yakni definisi thoharoh secara istilah.

(ارتفاع الحَدَث) Mengangkat hadats. Hadats yakni suatu sifat yang ada melekat di badan, yang dapat menghalangi dari melakukan shalat dan sejenisnya.

(وزَوَالُ الخَبَثِ) Membersihkan khobats, yakni najis.

(والمياه ثَلاَثَة) Dan jenis air itu ada tiga.

(طَهورٌ، وطَاهِرٌ، ونَجِسٌ) Yakni air thohur, air thohir, dan air najis. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ

‘’ … dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengannya …’’ (QS Al-Anfal: 11)

Pada ayat di atas, Allah Ta’ala memberikan sifat tambahan pada air yaitu dapat menyucikan selainnya, yakni air thohur. Maka, ini menunjukkan adanya air yang suci tapi tidak menyucikan, yakni air thohir.

Dan darinya, yakni dari Imam Ahmad dan pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam, bahwa jenis air itu dibagi menjadi dua jenis saja, yaitu air thohur dan air najis sebagaimana hadits dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu secara marfu’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 الْمَاءُ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ

’Air itu suci lagi mensucikan tidak dinajiskan oleh sesuatu apapun.’’ (Hasan. HR Ahmad (11257), Abu Dawud (66), At-Tirmidzi (66) dan An-Nasa`I (326))

Bersambung …

Hujan di Salatiga, 4 Rabi’ul Awwal 1442

Abu ‘Aashim asy-Syibindunji

Referensi:

Bidaayatul ‘Aabid wa Kifaayatuz Zaahid. Abdurrahman al-Ba’li al-Hanbali. Penerbit Darul Basyar al-Islamiyyah, Beirut.

Buluughul Qooshid Jallal Maqooshid. Abdurrahman al-Ba’li al-Hanbali. Penerbit Darul Basyar al-Islamiyyah, Beirut.

Munyatus Saajid. Dr. Anas bin ‘Adil as-Sami dan Dr. Abdul ‘Aziz al-Iedan. Dar Rakaiz.

Artikel: sunnahedu.com

Abu 'Aashim asy-Syibindunji

Pengasuh SunnahEdu[dot]Com. Pernah menjadi mahasantri di Ponpes Jamilurrahman as-Salafi, Bantul. Aktivitas sekarang bergelut di dunia dakwah dan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *