Kitab Hadits karya Ulama Hanabilah

Setelah kita mengetahui kitab-kitab fikih dalam mazhab Hanbali, sekarang sebagai penunjang perlu kita ketahui kitab-kitab hadits ahkam yang disusun oleh para ulama Hanabilah.

  1. ‘Umdah Al-Ahkaam, karya Al-Hafizh Abdul Ghani bin Abdil Wahid al-Maqdisi (w. 600 H). Beliau menyusun hadits-hadits ahkam yang disepekati oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Jumlah hadits dalam kitab ini 430 hadits.
  2. Al-‘Umdatul Kubraa fii Ahaaditsil Ahkaam, ini kakaknya ‘Umdah Al-Ahkaam masih karya beliau juga. Jumlah hadits dalam kitab ini 949 hadits.
  3. Al-Muharrar fiil Hadiits, karya Al-Imam Al-Hafizh Muhammad bin Ahmad al-Jamaa’iili ash-Shaalihi, dikenal dengan sebutan Ibnu Abdil Hadi (w. 744 H). Beliau mengumpulkan hadits-hadits ahkam dari kutubus sab’ah dan lainnya. Keistimewaan kitab ini, beliau menyebutkan hukum terkait status hadits baik menurut penilaian beliau sendiri maupun menukil dari yang lain.

Sistematika penulisan mengikuti urutan bab fikih yang disusun oleh fuqaha Hanabilah. Memulainya dengan bab Thaharah dan mengakhirinya dengan bab Al-Jaami’ fiil Aadaab dan Ath-Thibb. Jumlah hadits dalam kitab ini 1.324 hadits.

  1. Kifaayatul Mustaqni’ li Addilatil Muqni’, karya Al-Hafizh Jamaluddin Yusuf bin Muhammad bin Abdillah al-Mardawi al-Maqdisi (w. 769 H). Beliau mengumpulkan hadits-hadits ahkam dari kutubus sab’ah dan lainnya. Penyusunan bab-babnya seperti susunan bab dalan kitab Al-Muqni’ (karya Al-Muwaffaq Ibnu Qudamah). Jumlah hadits dalam kitab ini 1.777 hadits.
  2. Ihkaamudz Dzarii’ah ilaa Ahkaamisy Syarii’ah, karya Al-Imam Al-Hafizh Jamaluddin Yusuf bin Muhammad bin Mas’ud as-Surramarri al-Hanbali (w. 776 H). Keistimewaan kitab ini, beliau memulai setiap babnya dengan menyebutkan ayat-ayat dalam Al-Qur`an yang berkaitan dengan hukum-hukum.

Pembahasannya dimulai dengan kitab Al-Iimaan was Sunnah. Yakni berisi hadits-hadits yang disepakati oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Asy-Syaikhaini. Kemudian kitab Thaharah, lalu diakhiri dengan kitab Al-Aadaab, dan menyebutkan di dalamnya tiga belas pasal tentang birrul walidain, mangakhirknya dengan pembahasan tentang takwa dan akhlak mulia.

Keistimewaan kitab ini memulai setiap babnya dengan ayat-ayat ahkam. Jumlah hadits dalam kitab ini 1.867 hadits.

  1. Al-Muntaqa fiil Ahkaamisy Syarii’ah min Kalaami Sayyidil Bariyyah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam wa ‘ala Aalihi Al-Muthahhariina wa Shahbihi Ar-Raasyidiina wa Sallama Tasliimaan, karya Majduddin ‘Abdus Salam bin Abdillah al-Qasim al-Harrani (w. 652 H), beliau ini kakeknya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Beliau menyusun hadits-hadits ahkam dari kutubus sab’ah dan lainnya. Metodenya dalam takhrij hadits seperti kitab Ihkaam Adz-Dzarii’ah. Sistematika susunannya mengikuti penyusunan fuqaha Hanabilah dalam fikih. Beliau pun menyebutkan istidlal dalam sebagian permasalahan. Beliau membagi kitab ini jadi lima puluh empat kitab, per kitabnya terdiri beberapa puluh bab, jumlah hadits dalam kitab ini 4.000 hadits.

Qultu: Kitab ini disyarah oleh Imam Asy-Syaukani dengan judul Nailul Authar.

  1. As-Sunnan wal Ahkaam ‘anil Musthafa ‘alaihi Afdhaalu Ash-Shalaatu was Sallaam, karya Al-Imam Al-Hafizh Dhiyaa`uddin Abi Abdillah Muhammad bin ‘Abdil Wahid al-Maqdisi (w. 643 H). Kitab ini termasuk kitab yang besar dan banyak mengumpulkan hadits-hadits ahkam, tapi sayangnya gak selesai, hanya sampai kitab Ar-Riddah.

Susunan kitab ini mengikuti penyusunan fuqaha Hanabilah. Tidaklah beliau menyebutkan hadits-haditsnya kecuali disertai menjelaskan ‘lllahnya. Jumlah hadits dalam kitab ini 6.397 hadits.

Sumber: Idem lagi.

===
Join on Telegram @sunnaheduofficial

Abu 'Aashim asy Syibindunji

Pengasuh SunnahEdu[dot]Com. Pernah menjadi mahasantri di Ponpes Jamilurrahman As-Salafi, Bantul. Masyayikh yang pernah diambil faedahnya ialah Syekh Haitsam Muhammad Sarhan, Syekh Abdul Lathif al-Jazairi, dan Syekh Abdul Aziz al-Iedan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *