Doa Agar Terhindar dari Virus Corona

Wabah virus corona menjadi momok bagi umat manusia dewasa ini. Bermula wabah tersebut tersebar di negeri Tirai Bambu, lalu penyebarannya begitu cepat hingga kini di negeri tercinta. Bagi seorang mukmin, ketika terjadi suatu wabah maka ia kembalikan semuanya itu kepada Allah Jalla wa ‘Alla. Karena Allah-lah yang Maha Kuasa atas semua itu, dan hanya Allah-lah tempat kembali kita yakni dengan berdoa kepada-Nya, agar Dia menjauhkan kita dari wabah yang buruk tersebut.

Doa adalah senjatanya orang mukmin. Doa pun merupakan jalan keselamatan yang seorang muslim tidak akan pernah bisa lepas dari kebutuhan akan doa dalam setiap situasi dan kondisinya, terlebih lagi ketika ada wabah yang dapat memudharatkannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka, hendaknya mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.“ (QS. Al-Baqarah: 186)

Dan firman-Nya,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu …” (QS. Ghafir: 60)

Dari Sahabat Ibnu ‘Umar radiyallahu ‘anhuma, dia berkata’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa diantara kalian yang dibukakan baginya pintu doa, maka dibukakan baginya pintu rahmat. Dan tidak ada sesuatu yang lebih Allah cintai ketika diri-Nya diminta daripada keselamatan.” Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda, “Sesungguhnya doa itu memberi manfaat bagi sesuatu yang terjadi dan yang belum terjadi, maka hendaklah kalian berdoa wahai hamba-hamba Allah.” (HR. At-Tirmidzi No. 3548 , Maktabah Al-Ma’arif Riyadh. At-Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini hadits gharib.” Didhaifkan oleh Al-Albani).

Doa merupakan senjata yang digunakan para nabi dalam menghadapi situasi-situasi sulit, misalnya adalah Nabi Ayyub ‘alaihissalam yang di mana beliau dalam keadaan mengalami berbagai cobaan yang pedih,

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ

Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya, ‘(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.’ Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya`: 83-84)

Pun demikian dengan kita, ketika wabah corona ini muncul, yang dimana virus corona termasuk penyakit yang buruk, maka sebaik-baiknya senjata untuk menghindari wabah tersebut adalah dengan berdoa; memohon perlindungan hanya kepada-Nya. Diantara doa yang dapat diamalkan adalah sebagai berikut,

اَللّٰهُمَّ إِنِّیْ أَعُوْذُبِکَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُوْنِ، وَالْجُذَامِ، سَیِّءِ الاَسْقَامِ

Alloohumma inii a’uudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi`il asqoom.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kusta, gila, lepra, dan dari penyakit yang buruk.” (HR. Abu Dawud No. 1554, Baitul Afkar Ad-Dauliyaah; dan An-Nasai` No. 5493, Maktabah Al-Ma’arif Riyadh. Dishahihkan oleh Al-Albani).

Selain doa di atas, dapat juga diamalkan doa dari Sahabat ‘Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillaahilladzi laa yadhurru ma’smihi syaiun fiil ardhi wa laa fiis samaa`i wa huwas samii’ul ‘aliim.

(dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa bencana yang datang dengan tiba-tiba hingga sore hari.” (HR. Abu Dawud no. 5088, 5089, Baitul Afkar Ad-Dauliyah. Dishahihkan Al-Albani)

Semoga dengan kita mengamalkan doa ini dapat menghilangkan kesedihan, kegelisahan, maupun kekhawatiran kita akan wabah corona. Hanya kepada Allah-lah kita bertawakal dan hanya kepada-Nya lah kita menggantungkan urusan kita. Wallahu ‘alam.

Lewat tengah malam, 7 Rajab 1441

Abu ‘Aashim Asy-Syibindunji

Artikel: www.sunnahedu.com

Abu 'Aashim Asy-Syibindunji

Pengasuh SunnahEdu[dot]Com. Pernah menjadi mahasantri di Ponpes Jamilurrahman As-Salafi, Bantul. Masyayikh yang pernah diambil faedahnya ialah Syekh Haitsam Muhammad Sarhan, Syekh Abdul Lathif al-Jazairi, dan Syekh Abdul Aziz al-Iedan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *