Ibnu Taimiyah dan Jin Perempuan yang Jatuh Cinta

Jin jatuh cinta? Mungkinkah? Kenapa tidak? Ini bisa saja terjadi. Sebagaimana manusia jatuh cinta kepada manusia lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

صرع الجن للإنس قد يكون عن شهوة وهوى وعشق ، كما يتفق للإنس مع الإنس

“Jin merasuk ke dalam tubuh manusia, terkadang karena syahwat, hawa nafsu, atau jatuh cinta. Sebagaimana yang terjadi antara manusia dengan sesama manusia.” (Majmu’ Al-Fatawa, 19/39).

Ada kisah yang menarik tentang jin perempuan yang jatuh cinta. Kisah ini saya nukil dengan alih bahasa secara bebas dari kitab Syarh Riyadhus Shalihin karya Al-Allamah Al-Faqih Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah hal. 113 terbitan Ad-Dar Al-Alamiyyah, Kairo. Beliau rahimahullah berkata,

“Disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah (murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah): Bahwasanya ada seorang lelaki yang kesurupan, lalu Syaikh membaca (ayat-ayat ruqyah) untuknya dan berbicara kepadanya (yakni kepada jin yang merasuki si lelaki tersebut. Dalam teks Arabnya menggunakan kata ganti “laHhaa” hal ini berarti yang diajak bicara ialah jin perempuan. –pen).

Syaikh : “Bertakwalah engkau kepada Allah. Keluar!”

Jin : “Aku menginginkan lelaki ini dan aku mencintainya.”

Syaikh: “Tapi dia tidak mencintaimu. Keluar!”

Jin : “Aku mau berhaji bersamanya.”

Syaikh : “Dia tidak mau berhaji denganmu. Keluarlah!”

Dia (jin) enggan keluar. Lalu Syaikh membaca lagi dan memukul si lelaki tersebut dengan pukulan yang sangat keras, sampai-sampai tangan Syaikh pegal karena saking kerasnya pukulan Syaikh.

Lalu berkatalah jin itu, “Aku akan keluar tinggalkan dia demi kemuliaanmu!”

Syaikh: “Jangan engkau keluar karena kemuliaanku! Tetapi keluarlah tinggalkan lelaki itu karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Lalu jin tersebut keluar meninggalkan si lelaki yang telah ia rasuki.

Ketika lelaki tersebut telah siuman, dia berkata, “Mengapa aku berada di tempat Syaikh?”

Orang-orang yang hadir di tempat Syaikh berucap, “Subhanallah! Bagaimana dengan pukulan yang sangat keras tadi (apakah engkau merasakannya)?”

Si lelaki ini malah bertanya, “Aku tidak merasakan apa-apa. Apa dosaku dan salahku (sehingga aku dipukul Syaikh)?”” Sekian.

Jadi, mungkinkan jin jatuh cinta?

Malam tanggal 17 Muharram 1441

Abu ‘Aashim Asy-Syibindunji

Artikel: www.sunnahedu.com

Tinggalkan komentar