AL-KHAALIQUL KHALLAAQ : Yang Maha Pencipta

Disebutkan nama Al-Khaaliq dalam Al-Qur`an pada beberapa tempat, di antaranya ialah firman Allah,

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS Az-Zumar : 62) dan dengan sighah mubalaghah Al-Khallaaq dalam dua tempat dari Al-Qur`an, dalam firman-Nya,

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Hijr : 86) dan

 وَهُوَ الْخَلاقُ الْعَلِيمُ

Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaasin : 81)

Pencipta jika dimutlakkan ada dua maksud:

Pertama: Mengadakan sesuatu dan membuatnya tanpa contoh sebelumnya, seperti dalam firman-Nya,

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?” (QS Yaasin : 71)

Kedua: Menyusun atau merencanakan.

فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS Al-Mukminun : 14) dan penciptaan dalam diri manusia maknanya adalah penyusunan.

Sesungguhnya penciptaan Allah terhadap makhluk, bukan sesuatu yang sia-sia, permainan, ataupun bukan sesuatu yang senda gurau. Allah tersucikan dari semua ini. Allah Ta’aala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ . فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ 

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ´Arsy yang mulia.” (QS Al-Mukminun : 115-116)

Banyak di dalam Al-Qur`an penegakan hujjah terhadap orang-orang kafir dengan pengakuan mereka bahwa Allah saja yang menciptakan, memberi rezeki, memberi nikmat dan mengatur, akan kewajiban mengesakan Allah dalam ibadah, mengikhlaskan agama bagi-Nya. Allah Ta’aala berfirman,

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).” (QS Al-Ankabut : 61). Ketika Allah menyebutkan pengakuan mereka terhadap rububiyah-Nya, maka Allah mencela dan mengingkari mereka karena kesyirikan yang mereka lakukan dalam firman-Nya, “Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

Allah Ta’aala berfirman,

قُلْ لِمَنِ الأرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلا تَذَكَّرُونَ . قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلا تَتَّقُونَ . قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ

Katakanlah, “Kepunyaan siapakah bumi dan semua yang ada padanya jika kalian mengetahui?” Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Katakanlah, “Maka apakah kalian tidak ingat?” Katakanlah, “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arasy yang besar?” Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Katakanlah, “Maka apakah kalian tidak bertakwa?” Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedangkan Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kalian mengetahui?” Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?” (QS Al-Mukminun : 84-89)

Diringkas dari terjemah Fikih Asma`ul Husna, Syaikh Abdurrazzaq al-Badr. Penerbit Darussunnah, Jakarta.

Tinggalkan komentar