Hukum Asal Air itu Suci

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ

Sesungguhnya air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat membuatnya najis.” Diriwayatkan oleh Imam yang Tiga dan dishahihkan oleh Ahmad.

Derajat Hadits

Hadits ini Shahih. Hadits ini dikenal dengan hadits sumir Budhaa’ah. Ahmad berkata: Hadits sumur Budhaa’ah shahih. At-Tirmidzi mengatakan hasan. Al-Albani berkata: Rijal isnadnya rijal As-Syaikhaini kecuali Abdullah bin Rafi’. Hadits ini hadits yang masyhur, para imam menerimanya.

Tentang Perawi

Abu Sa’id, Sa’ad bin Malik bin Sinan al-Khudri al-Anshari al-Khazraji. Ikut berperang bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebanyak dua belas kali peperangan. Perang pertama yang diikutinya ialah Perang Khandaq. Menghafal banyak ilmu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk salah satu ulama dari kalangan Anshar. Wafat tahun 74. Dikuburkan di Baqi’.

Penjelasan Hadits

Hadits ini berkaitan tentang sumur Budhaa’ah yang di dalamnya terdapat bangkai, pembalut, dan kotoran. Hal ini terjadi karena sumur tersebut berada pada dataran rendah dan banjir membawa kotoran dari jalanan dan menghempaskannya kedalam sumur tersebut. Rasulullah shallallaahu ‘alaiyhi wa sallam ditanya tentang berwudhu menggunakan air dari sumur itu, lalu Beliau shallallaahu ‘alaiyhi sallam menjawab, “Sesungguhnya air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat membuatnya najis.”

Hadits ini menunjukkan satu kaedah umum bahwa semua air yang bersumber dari bumi dan turun dari langit yang masih berada pada sifat penciptaannya dapat digunakan untuk bersuci, kecuali air yang berubah warna, bau, dan rasanya karena tercampur najis dengan dasar ijma’.

Faedah Hadits

Pertama: Hadits ini termasuk jawaami’ul kalim (ringkas kalimatnya namun sarat makna).

Kedua: Sesungguhnya air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat membuatnya najis. Seperti air laut, sungai, sumur, telaga, dan hujan. Ini adalah hukum asalnya sampai diketahui adanya najis yang mengubah sifat air yakni warna, bau, dan rasanya.

✍ Abu ‘Aashim Asy-Syibindunji
📕 Syarah Ringkas Bulughul Maram Hadits No. 2/2
https://sunnahedu.com

Referensi:
Minhatul ‘Allaam fii Syarhi Buluughil Maraam. Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan. Daar Ibnul Jauzi, Riyadh.
Taudhiihul Ahkaam min Buluughil Maraam. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam. Ad-Daar Al-’Aalamiyyah.

Bebas share!
_
📲 FOLLOW akun kami
Facebook : bit.ly/2JOfcR1
Instagram : bit.ly/2CGWfKc
Telegram : bit.ly/2HZiePJ

Tinggalkan komentar