Syarat Sah Shalat (2)

Berkata penulis,

الثاني: العقل، وضده الجنون، والمجنون مرفوع عنه القلم حتى يفيق

Syarat kedua: Berakal,

Syarat kedua: Berakal, lawan dari gila. Orang gila tidak diwajibkan dari shalat hingga ia sembuh.

والدليل حديث: رفع القلم عن ثلاثة، النائم حتى يستيقظ، والمجنون حتى يفيق، والصغير حتى يبلغ

Dalilnya ialah hadits,
“Pena diangkat (kewajiban tidak diberlakukan) terhadap tiga golongan: orang gila hingga sembuh, dari orang tidur hingga ia bangun, dan anak kecil hingga baligh.” (Shahih. HR Abu Dawud, no. 4398; An-Nasa`i, no. 3432; dan Ibnu Majah, no. 2041 dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. Lihat Al-Irwâ karya Al-Albani, no. 297).

Penjelasan

Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Hamd al-‘Abaad al-Badr hafizhahullah berkata, “Bagi orang yang shalat, dia harus menghadirkan akalnya; tidak kosong sebab gila atau mabuk. Karena orang gila tidak diberlakukan kewajiban baginya, sebab dia bukan mukalaf. Demikian pula orang yang mabuk, akalnya tertutup sebagaimana orang gila. (Syarah Syuruthsh Shalah, hal. 6)

Faedah

Pertama: Berakal adalah salah satu syarat sah dalam ibadah. (Syarh Muntaha, 1/277)

Kedua: Tidak sah ibadah itu bila dilakukan oleh orang gila dan orang mabuk. (Fiqh Muyassar, hal. 45)

✍ Abu ‘Aashim Asy-Syibindunji
📕 Syarat Sah Shalat 2
https://sunnahedu.com

Referensi:
Fiqh Muyassar fi Dhau’il Kitabi was Sunnah. Nukhbah minal ‘Ulama. Ad-Daar Al-Alamiyyah, Kairo.
Syarah Muntaha Al-Iradat. Syaikh Manshur bin Yunus al-Buhuti. Tahqiq Dr. Abdillah at-Turki.
Syarah Syuruthush Shalah wa Arkanuha wa Wajibatuha. Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad. Madinah Munawarah.

Tinggalkan komentar