Laut itu Suci Menyucikan, Halal Bangkainya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang laut, ‘Laut itu suci menyucikan airnya, halal bangkainya’.” Diriwayatkan oleh Imam yang Empat dan Ibnu Abi Syaibah, dan lafaznya adalah miliknya. Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan At-Tirmidzi.

Derajat Hadits

Hadits ini shahih. At-Tirmidzi berkata: Hasan shahih. Al-Bukhari ditanya tentang ini, dia menjawab: Shahih. Az-Zarqani dalam Syarh Al-Muwatha` berkata: Hadits ini merupakan salah satu pokok dari pokok-pokok Islam dan para imam sepakat menerimanya.

Tentang Perawi

Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Sakhr ad-Dausiy. Masuk Islam di tahun penaklukan Khaibar yakni 7 H. Termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadits. Wafat tahun 57 H di Madinah.

Penjelasan Hadits

Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas dia bertanya, “Wahai Rasulullah, kami berlayar di lautan dan kami hanya membawa sedikit air. Jika kami berwudhu menggunakan air tersebut maka kami akan kehausan. Apakah kami tetap berwudhu dengannya?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Laut itu suci menyucikan airnya, halal bangkainya.”

Faedah Hadits

Pertama: Hadits ini menunjukkan bahwa air laut itu suci menyucikan, dapat mengangkat hadats kecil dan besar; dan menghilangkan najis.

Kedua: Bangkai hewan laut itu halal. Yang dimaksud dengan bangkai hewan laut adalah yang mati di dalamnya, yang jika dia hidup tidaklah dapat hidup kecuali di laut.

Ketiga: Seorang mufti boleh memberikan penjelasan tambahan terkait pertanyaan yang diajukan, walaupun penjelasan tersebut tidak ditanyakan. Tujuannya agar si penanya mendapatkan faedah tambahan dari sekadar apa yang ia tanyakan. Dan hal ini menunjukkan bahwa mufti tersebut orang yang cerdas dan memiliki semangat untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

✍ Abu ‘Aashim Asy-Syibindunji
📕 Syarah Ringkas Bulughul Maram Hadits No. 1/1
https://sunnahedu.com

Referensi:
Minhatul ‘Allaam fii Syarhi Buluughil Maraam. Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan. Daar Ibnul Jauzi, Riyadh.

Taudhiihul Ahkaam min Buluughil Maraam. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam. Ad-Daar Al-’Aalamiyyah.

Bebas share!
___
📲 FOLLOW akun kami

Facebook : bit.ly/2JOfcR1
Instagram : bit.ly/2CGWfKc
Telegram  : bit.ly/2HZiePJ

Tinggalkan komentar