Hukum Memberi Nama Anak Perempuan dengan Luna

السؤال:
حكم تسمية البنت باسم لونا؟

Pertanyaan:
Apa hukum memberi nama anak perempuan dengan Luna?

الإجابة
الحمدُ لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصَحْبِه ومَن والاه، أمَّا بعدُ

Jawaban:
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah, keluarga, sahabat, dan pengikutnya. Amma ba’du.

فإن معنى اسم لونا كما في “معجم المعاني”: أنه “علم مؤنث فرنسي إنكليزي: LUNA معناه القمر، والقمر عندهم مؤنث، أصله الإيتالي: LUNETTA ، ومعناه عندهم القمر الصغير، وكان اسم لإلهة القمر عند الرومان”. اهـ.

Nama Luna di kamus “Mu’jam Al-Ma’aani” diambil dari bahasa Prancis untuk muannats (female). Luna artinya bulan. Bulan menurut mereka muannats (female). Asalnya bahasa Italia yakni Lunetta. Artinya ialah bulan kecil. Dan nama tersebut adalah nama Dewi Bulannya orang Romawi

وبناء على هذا المعنى، فلا يجوز التسمي بهذا الاسم، وفي غيره من الأسماء المباحة غنية عنه، ومن تأمل سنة النبي صلى الله عليه وسلم في تغيره لبعض أسماء الرجال والنساء، لا يتردد في المنع من التسمية بهذا الاسم،، والله أعلم.

Berdasarkan makna tersebut, maka tidak boleh memberinya nama dengan nama itu. Cukuplah menggunakan nama-nama yang mubah, jangan menggunakan nama itu.Termasuk perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengubah nama laki-laki dan perempuan (yang mengandung unsur kejelekan). Jadi, pelarangan penggunaan nama ini tidak diragukan lagi. Wallahu ‘alam.

Syaikh Khalid Abdul Mun’im ar-Rafi’i

رابط المادة: http://iswy.co/e28hg

Faedah
Pertama: Haram hukumnya memberi nama anak yang ada unsur penghambaan kepada selain Allah.

Kedua: Haram memberi nama anak dengan nama-nama patung atau dengan nama para thagut (para tokoh yang melampaui batas) dan disembah selain Allah.Termasuk hal ini memberi nama dengan nama dewa atau dewi.

Ketiga: Menurut wikipedia, orang Romawi menyebut Dewi Bulan dengan Luna. Sedangkan orang Yunani menyebutnya Selene. Sedangkan orang Jawa dan Bali menyebutnya Dewi Ratih.

Keempat: Wajib mengubah nama-nama tersebut dengan nama-nama yang sesuai syariat.

Kelima: Nama menjadi hiasan bagi pemiliknya, menjadi wadah, syiar dan julukan baginya, baik di dunia maupun di akhirat.

Keenam: Nama menjadi identitas bagi pemiliknya. Sehingga perlunya memberi nama anak dengan nama yang sesuai syariat, agar anak bangga dengan identitasnya sebagai muslim.

Wallahu ‘alam

Abu ‘Aashim Asy-Syibindunji
sunnahedu.com

Abu 'Aashim asy Syibindunji

Pengasuh SunnahEdu[dot]Com. Pernah menjadi mahasantri di Ponpes Jamilurrahman As-Salafi, Bantul. Masyayikh yang pernah diambil faedahnya ialah Syekh Haitsam Muhammad Sarhan, Syekh Abdul Lathif al-Jazairi, dan Syekh Abdul Aziz al-Iedan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *