Muhasabah Akhir Tahun

Dalam kitabnya Lathôiful Ma’ârif, Al-Hafizh Ibnu Rojab al-Hanbali rohimahullôh berkata,

“Salah seorang ahli hikmah mengatakan,
‘Bagaimana seseorang gembira dengan dunia, padahal harinya menggrogoti bulan, bulannya menggrogoti tahunnya, dan tahunnya menggrogoti umurnya? Bagaimana orang bisa bergembira, sedangkan umur menggiringnya menuju ajal, hidupnya menuju kematian?’

Hasan menuturkan, ‘Kematian itu menempel di dahi kalian dan dunia itu digulung dari belakang kalian.’

Seorang ahli hikmah berkata, ‘Barangsiapa yang menjadikan hari-harinya sebagai tunggangan baginya, maka ia akan bergulir meski dia tidak berjalan.’

Ahli hikmah lain menuturkan, ‘Siang dan malam menggiringmu; malam melemparmu ke siang dan siang melemparmu ke malam sampai maut menjemputmu.’

Wahai orang yang bertambah panjang umurnya, tetapi bertambah pula dosanya. 
Wahai orang yang setiap kali hari berganti, lembaran rambutnya memutih, sedangkan hatinya menghitam oleh dosa. 
Wahai orang yang tidak mempedulikan tahun demi tahun berlalu, sedangkan dia lelap dengan kantuk dan lalai tidur. 
Wahai orang yang tidak peduliketika telah tenggelam dalam lautan dosa yang menggunung. 
Wahai orang yang menyaksikan tanda-tanda dan hikmah dari setiap pergantian tahun dan bulan, mendengar ayat dan surat, tetapi perkara-perkara besar yang dia dengar ataupun yang dia lihat tidak membekas sedikit pun dalam dirinya. 
Apa daya apabila tertulis diri sebagai orang yang sengsara,

Dalam Al-Qur`an termaktub firman Allôh Ta’âla (yang artinya),

“ … Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada.” (QS Al-Hajj: 46)

Firman Allôh Ta’âla (yang artinya),

“ … Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allôh, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An-Nûr: 40)

Dalam sebuah syair disebutkan,

Kasihku, sungguh sering kali aku menghadiri pemakaman 
Akan tetapi, kehadiranku tak mengesankan 
Betapa banyak hari yang memperlihatkan keajaiban 
Hari-hari dan bulan berlalu 
Betapa banyak tahun yang melibasku 
Betapa banyak perkara berlalu 
Jika umur seseorang tak dapat memberikannya pelajaran 
Maka itu pertanda bahwa cahaya tidak akan ia dapatkan.”

Tinggalkan komentar