Mengenal Al-Lajnah ad-Dâ’imah

Al-Lajnah ad-Dâ’imah lil-Buhûts al-‘Ilmiyyah wal-Iftâ (Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Pusat Fatwa) merupakan sebuah lembaga yang didirikan bersamaan dengan Majelis Hai’ah Kibâr al-‘Ulama (Dewan Ulama Senior) oleh Raja Faishal bin Abdil Aziz al-Saud rahimahumullâhu pada 8 Rajab 1391 / 24 Agustus 1971. Komite Tetap ini memiliki wewenang untuk mengeluarkan keputusan dalam hukum Islam dan melakukan … Baca SelengkapnyaMengenal Al-Lajnah ad-Dâ’imah

Ruqyah Syirik

Jangan terkejut membaca judul tulisan ini. Bacalah hingga tuntas agar tidak salah paham. Jangan sekadar membaca judul kemudian menyimpulkan isi tulisan. Mari kita membaca ulasan berikut ini huruf demi huruf. Judul tulisan ini, saya ambil dari perkataan manusia yang mulia Rasulullah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud rahimahumullâhu dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiallâhu … Baca SelengkapnyaRuqyah Syirik

Pembagian Tauhid Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Siapa yang tak kenal dengan Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullâhu? Seluruh kaum Muslimin terutama mereka yang bergerak di dunia dakwah pastilah mengenal beliau. Ya! Beliau adalah seorang ulama yang dimiliki oleh ummat ini. Seorang ulama yang tidak hanya berdakwah dengan lisannya. Akan tetapi penanya pun ikut memberi andil terhadap dakwah Islam. Salah satu goresan pena beliau … Baca SelengkapnyaPembagian Tauhid Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Hukum Memakai Niqab

Cadar Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wanita yang akan berihram. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada para wanita, لاَ تَنْتَقِبُ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقَفَّازَيْنِ “Wanita yang berihram itu tidak boleh mengenakan niqab maupun kaos tangan.” Niqab adalah kain penutup wajah mulai dari hidung atau dari bawah lekuk … Baca SelengkapnyaHukum Memakai Niqab

Ushul Istinbath dalam Madzhab Hanbali [8]

Saddu Dzarai’ Yaitu melarang suatu hal yang zhahirnya adalah boleh jika hal tersebut menjadi sarana terjadinya hal yang haram. (Lihat: Al-Fatawa al-Kubra, 3/256 dan I’lam al-Muwaqqi’i, 3/135). Dan dasar hukum ini terbangun atas kenyataan bahwa ibrah (yang menjadi pertimbangan) dalam syarat adalah tujuan dan niat, dan bahwa mempertimbangkan konsekuensi dan akibat perbuatan adalah diakui dan menjadi tujuan … Baca SelengkapnyaUshul Istinbath dalam Madzhab Hanbali [8]

Ushul Istinbath dalam Madzhab Hanbali [7]

Istishhab Adalah melestarikan penetapan yang telah ditetapkan sebelumnya atau peniadaan apa yang tidak ada sebelumnya. Atau yang dimaksud adalah tetap pada hukum asal dalam hal yang belum diketahui ketetapannya atau ketiadaannya dnegan hukum syar’i. (Lihat: Majmu’ Fatawa, 11/342). Dan istishhab adalah hujjah menurut Imam Ahmad rahimahullahu ketika tidak ada dalil yang berupa nash, atau ijma’, atau perkataan sahabat … Baca SelengkapnyaUshul Istinbath dalam Madzhab Hanbali [7]